Pendidikan Penelitian Pengabdian Pelatihan
Mat Eko 1 Mat Eko 2 Stat Eko 1 Stat Eko 2 Ekonometrika 1 Ekonometrika 2
Jurnal Pemb Jurnal Moneter Jurnal Perencanaan
Diskusi Stat Eko Diskusi Ekonometrika Diskusi Blog
Mat Eko 1 Mat Eko 2 Stat Eko 1 Stat Eko 2 Ekonometrika 1 Ekonometrika 2
Slmt Datang Di Blog Page Rank Di Blog Contoh Menu 2 Contoh Menu 3 Contoh Menu 4 Contoh Menu 5
Tampilkan postingan dengan label Perbedaan Matematika dan Statistika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perbedaan Matematika dan Statistika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Maret 2014

Matematika dan Statistika, Serupa Tapi Tak Sama

Di UGM dan di beberapa PT lainnya seperti IPB, Program Studi (atau bisa disebut juga jurusan) Statistika terpisah, berbeda dengan Program Studi Matematika. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan seorang kawan:

Apa bedanya Statistika dengan Matematika?

Sepertinya banyak orang pula yang bertanya-tanya hal tersebut. Sampai saat ini masih terjadi silang perdapat apakah Statistika merupakah cabang dari Matematika ataukah merupakan Ilmu yang berbeda dari Matematika. Kalau kita lihat di Amrik sono, Matematikawan dan Statistikawan mempunyai wadah masing-masing, ada MAA (Mathematical Association of America) untuk matematikawan, ada ASA (American Statistical  Association) untuk Statistikawan.

Nah.. Sekarang mari  kita lihat objek studi dari Matematika dan Statistika,
Saya sering berkata bahwa objek dari Matematika adalah konsep-konsep abstrak yang ada dikepala kita, sedangkan Statistika menurut wikipedia adalah:
Statistics is the science of the collection, organization, and interpretation of data
Ada satu kata yang bisa kita garis bawahi yaitu: Data. Jadi Statistika berurusan dengan mengumpulkan, menganalisa dan menginterprestasi data. Tentu saja alat untuk melakukan hal tersebut (mengumpulkan, menganalisa dan menginterprestasi data) adalah matematika. Nah.. Dari sudut pandang ini terlihat Matematika dan Statistik adalah 2 ilmu yang berbeda karena mempunyai objek study yang berbeda.

Nah... Kalau begitu apakah seorang Statistikawan hanya berkutat, hanya ngurusi data? Oh.. Tidak mereka tidak fokus ama data tetapi mereka justru fokus ama alatnya, alat untuk mengumpulkan, menganalisa dan menginterprestasi data. Para Statistikawan bertugas untuk mempelajari dan mengembangkan alat tersebut. Seperti yang sudah Saya katakan alat tersebut adalah matematika. Oleh karena itu bisa dikatakan Statistika adalah cabang dari Matematika yang bertugas untuk merumuskan, merangkai bahasa Matematis menjadi alat pengolah data.

Nah... Jadi Matematika dan Statistika mempunyai bahasa yang sama yaitu bahasa simbol dan logika, bedanya statistika topiknya adalah data sedangkan matematika topiknya adalah bahasa simbol dan logika itu sendiri.
Dengan kata lain Matematika dan Statistika, serupa tapi tak sama.


Sumber:
Dapat dilihat disini

Perbedaan Matematika dan Statistika

Pembelajaran Statistika di SMA tidak bisa dilepaskan dari induk mata pelajarannya yaitu Matematika. Matematika memberikan ruang lingkup kajian materi yang beragam diantaranya adalah Statistika. Pada di kelas VI SD, anak-anak sudah dikenalkan pada statistika secara formal. Statistika juga diajarkan di SMP. Pada jenjang sekolah menengah atas (SMA), siswa mendapatkan materi Statistika di kelas XI. Statistika selalu diajarkan di dalam materi Matematika, tetapi jika kita melihat di perguruan tinggi ternyata terdapat jurusan Statistika yang berbeda dengan jurusan Matematika. Statistika juga menjadi matakuliah pilihan untuk semua jurusan yang ada di perguruan tinggi. Kenapa pada jenjang perguruan tinggi Statistika membentuk cabang kajian sendiri? Apakah yang melatarbelakangi Statistika berdiri sendiri dan berbeda dengan matematika?
 
Pada kesempatan kali ini Saya akan membahasnya sekilas tentang Perbedaan Statistika dan Matematika yang sebagian besar idenya Saya ambil dari makalah “Complementing Mathematical Thingking and Statistical Thingking in School Mathematics” yang ditulis oleh Linda Gattuso dan Maria Gabriella Ottaviani.

Pertama, Statistika lebih menekankan kepada Penalaran Induktif sedangkan Matematika cenderung menggunakan Penalaran Deduktif. Matematika dikatakan Deduktif karena beranjak dari aksioma dan teorema sehingga memunculkan penalaran-penalaran, model-model dan bukti baru berdasarkan aksioma dan teorema yang telah ada sebelumnya. Statistika, dengan situasi yang sama dan data yang sama pula bisa memberikan cara menganalisis yang berbeda dan memunculkan kesimpulan yang berbeda pula. Hal itu membutuhkan penalaran Induktif, bekerja dengan randomisasi/pengacakan, pengambilan kesimpulan yang sesuai dan menginterpretasi hasil yang didapat.

Kedua, Matematika menyajikan abstraksi sedangkan Statistika memberikan wawasan dengan penginterpretasikan situasi nyata. Matematika merupakan ilmu yang abstrak, pada awalnya mungkin terkesan nyata tetapi pada akhirnya Matematika akan cenderung abstrak. Sedangkan Statistika lebih cenderung ke kejadian nyata seperti untuk mengetahui berapa jumlah penduduk yang bekerja dan merasa puas dengan pekerjaannya, mengetahui jumlah prosentasi ikan yang ada di lautan, kita tidak bisa menggunakan perhitungan yang tepat karena kita hanya bisa mengkira-kirakan/menginterpretasikan dari contoh kecil yang didapat/diambil.

Ketiga, Matematika dan Statistika berbeda dalam penggunaan bilangan. Matematika melihat bilangan sebagai bagian dari operasi, generalisasi, dan abstraksi sedangkan Statistika memandang bilangan yang dihubungkan dengan situasi nyata, sehingga penting dalam pembuatan pemodelan dan mengambilan penalaran serta keputusan.

Main Source
Linda Gattuso and Maria Gabriella Ottaviani. 2011. Complementing Mathematical Thinking and Statistical Thinking in School Mathematics.

Sumber:
Dapat dilihat disini

Ronaldo

Ronaldo Luis Nazario de Lima